Pada akhir 1990-an, sebagian masyarakat di Tangkahan masih menggantungkan hidup dari penebangan liar di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Leuser. Namun sejak 2001, masyarakat bersama pengelola taman nasional mulai mengembangkan ekowisata berbasis konservasi sebagai sumber penghasilan baru. Perubahan ini membuat banyak mantan pembalak beralih profesi menjadi pemandu wisata, penjaga hutan, hingga pelaku usaha wisata alam.
Dampaknya, hutan tetap terjaga sekaligus menjadi habitat penting bagi gajah Sumatra, orangutan, harimau, dan badak Sumatra. Tangkahan menjadi bukti bahwa ketika konservasi mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, orang yang dulu bergantung pada penebangan hutan justru dapat menjadi pelindung terdepan bagi kelestarian hutan.




