Langsung ke konten
Semua cerita

Danau Sentani pernah menjadi habitat hiu gergaji, terakhir terlihat tahun 1974

Hiu gergaji yang berevolusi dari air asin ke air tawar hidup di kedalaman Danau Sentani, Papua. Setelah 1974, tidak ada lagi.

Danau Sentani, Papua

Danau ini dulunya habitat hiu gergaji.

Hiu gergaji (Pristis microdon) yang selama jutaan tahun berhasil berevolusi dari makhluk air asin menjadi penghuni air tawar hidup di kedalaman Danau Sentani, Papua, bersama ikan biasa, seperti tidak ada yang aneh. Terakhir kali terlihat pada 1974. Setelah itu, tidak ada lagi.

Danau Sentani dulunya bukan danau. Menurut peneliti arkeologi Balai Arkeologi Papua dan BRIN, Hari Suroto, danau seluas 9.360 hektar ini terbentuk dari bekas teluk laut. Proses geologi jutaan tahun mengurung sebagian lautan menjadi danau. Hiu gergaji itu bukan adaptasi singkat; ia saksi hidup dari proses itu.

Di tepian danau yang sama terdapat Situs Megalitik Tutari yang berperan sebagai media pemujaan. Sebagai doa. Sebagai harapan ketika leluhur Suku Sentani pergi mencari ikan di danau. Ada 147 lukisan yang digores di atas 115 bongkahan batu. Usianya 1.300 tahun.

Salah satu yang paling banyak dilukis adalah hiu gergaji, tanda bahwa leluhur masyarakat Sentani sudah berdampingan dengan hiu gergaji sejak ribuan tahun lalu. Hari ini Danau Sentani masuk daftar 15 danau kritis di Indonesia. Indonesia punya tempat seperti ini, dan hampir semuanya belum punya cerita yang dikenal.