Gen mata biru di Siompu adalah gen autosomal resesif. Ia bisa bersembunyi dua hingga tiga generasi, lalu tiba-tiba muncul pada cucu yang mewarisi gen tersembunyi dari kedua orang tuanya.
Warnanya pun bukan dari pigmen biru, tapi dari sedikitnya melanin pada iris, sehingga cahaya memantul lewat fenomena fisika bernama hamburan Rayleigh. Mekanisme yang sama yang membuat langit terlihat biru.
Pertanyaannya adalah: bagaimana leluhur Siompu tahu?
Bagaimana, ratusan tahun lalu, jauh sebelum ilmu genetika ditemukan, jauh sebelum kata "gen resesif" pertama kali diucapkan oleh Gregor Mendel pada 1866, seseorang sudah bisa memperkirakan bahwa sifat ini akan melompat generasi dan muncul kembali pada keturunan ke-7?
Apakah itu hanya kebetulan yang sangat presisi?
Atau apakah memori kolektif sebuah suku menyimpan observasi biologis yang diwariskan bukan dalam bentuk jurnal ilmiah, tapi dalam bentuk cerita?




